HOME
CONTACT US FAQS
LOG IN    SIGN UP NOW
Username :
Password :
| Forget Password
  
e131 : X-TREME Sport Edition
e130 : Toys & Figure Edition
e129 : Modification Edition
e128 : E-Junkies Edition
e127 : Nite Life Edition
e126 : Football Die-Hard Edition
e125 : Holiday Edition
e124 : Private & Confidential Edition
e123 : Earth Edition
e122 : Jajanan Kaki Lima Edition

Website ini masih dalam tahap pengembangan.

Edisi 119
Home  > Edisi 119  > Detak Kota  > Highlight  > Medan Indie Fest 2010: ‘Dipanaskan‘ Oleh 20 Band Indie
Terminal Futsal
14 Februari 2010

Medan Indie Fest 2010: ‘Dipanaskan‘ Oleh 20 Band Indie

BAYANGKAN saja, apa yang terjadi bila 20 band indie berbagai aliran seperti rock alternatif, hip metal, happy ska, core, punk, dan lain-lain turut memanaskan area futsal dengan musik yang benar-benar ngebeat, ngerock. Pokoknya, all of the performance really was damn good !


Ratusan penikmat indie music Medan sudah memadati area ini, mereka seakan tak mau ketinggalan barang satu lagu pun. Dari pukul satu siang hingga malam, begitu penuh dan sesak. Meski air conditioner tak mampu lagi mengademkan ruangan yang sudah dipadati penonton, toh tetap saja ratusan penggila indie ini begitu setia mengerumuni area stage.
Namun, ada juga beberapa anak muda yang menepi ketika band idolanya belum unjuk gigi. Seperti Rangga misalnya. “Baru pertama kali ini aku nonton acara indie di Medan. Karena band favoritku, Killing Me Inside, tampil. Makanya aku mau nungguin mereka tampil dulu.”

Yap..yap..yap! Selain dipuaskan oleh band-band indie lokal, ternyata ada guest star yang hadir, yaitu Killing Me Inside, band indie asal Jakarta yang banyak digilai anak muda indie se-Indonesia. Imo, salah seorang panita big event ini mengatakan, Killing Me Inside adalah band tamu beraliran hard core asal Jakarta yang akan ‘membakar‘ stage dengan 7-8 lagu pamungkasnya. Dua di antaranya adalah Torman dan Tanpa Dirimu.

Tentunya sebelum menikmati ‘hidangan utama‘ tak akan lengkap mencicipi ‘menu pembuka‘ yang tak kalah topnya. Ada Fingerprint, Hairdresser On Fire, The Oh Good yang benar-benar menunjukkan aksi panggung energik nan atraktif, ada juga The Proudly Presents, The Boencits, Not Delusion, Pretty Ghost, Megalodon, Ahimsa, Stupid Mouse, Project Sakit Hati, Stereokids, Johny Mcnoise dan band-band lainnya.

Acara yang berlangsung hingga tengah malam ini, dikatakan Imo lagi, bertujuan sebagai sarana musik bagi pelaku indie Medan. Dan akan tetap ada hingga tahun-tahun yang akan datang. “Kalau bisa di tahun 2200 akan tetap kita adakan,” ujarnya serius. Namun, Imo berharap ke depannya akan ada konsep yang sedikit berbeda. “Maunya sih outdoor, karena kalau indoor sudah cukup sering,” tutupnya. (esp/yan/ist)