HOME
CONTACT US FAQS
LOG IN    SIGN UP NOW
Username :
Password :
| Forget Password
  
e131 : X-TREME Sport Edition
e130 : Toys & Figure Edition
e129 : Modification Edition
e128 : E-Junkies Edition
e127 : Nite Life Edition
e126 : Football Die-Hard Edition
e125 : Holiday Edition
e124 : Private & Confidential Edition
e123 : Earth Edition
e122 : Jajanan Kaki Lima Edition

Website ini masih dalam tahap pengembangan.

 
Sepuluh
Film Sarat Pesan Sosial dan Moral Henry Riady, sutradara muda berusia 19 tahun, memulai debut langkahnya di film Sepuluh. Mengangkat isu kemanusiaan dirinya tertantang unjuk kebolehan di film ini. “Inilah potret suram kota Jakarta yang biasa terlihat dari balik kaca mobil kita. Suka tidak suka, kaca mobil sering menjadi penghalang melihat realita Jakarta juga orang yang seharusnya dikasihi,” tutur mahasiswa semester 4 jurusan Sinematografi di Biola University, Los Angeles, Amerika. Mengambil fenomena perdagangan organ ilegal korban anak jalanan sebagai latar belakang cerita, Henry mengajak merenungkan makna pengorbanan. Henry juga ikut dalam penulisan skenario Sepuluh bersama Doddy Soeriapoetra dan Nico Hermanu. Henry dkk merangkai pergulatan hidup seorang ibu bernama Yanti (Rachel Maryam), yakni pencuci pakaian di salah satu kawasan kumuh Jakarta, juga mantan narapidana, 10 tahun lalu karena ulah Aditya (Mario Tanzala) suaminya pecandu narkoba. Yanti juga kehilangan anak perempuan semata wayangnya, Maria. (san/rel)


 
Medan Jazz Goes to Java Jazz
Sebagai genre musik abadi, jazz dianggap susah dimengerti, dan membosankan. Tetapi sekarang, jazz bahkan besar dan dikenal di luar negara asalnya. Paling tidak penantian itu berlabuh di acara Medan Jazz Goes To Java Jazz, di centerpiece Merdeka Walk Medan. Animo penonton dan penggemarnya ternyata tinggi. “Syukurlah, festival jazz ini bisa mengusung bakat seni para musisi kota Medan untuk lebih semangat mengapresiasikan musiknya,” ucap Cinthya, penggemar jazz yang menonton. Di sini, panitia juga mempersiapkan dan menyeleksi musisi-musisi jazz asal Medan untuk tampil dalam acara akbar; Java Jazz Festival 2009 di Jakarta. Untuk menghangatkan acara, berbagai grup dan musisi jazz ikut bermain apik memainkan berbagai tembang. Mulai performa Aldy n Friends Band, grup musik jazz yang sudah dikenal orang Medan sampai gaya panggung Seventh Heaven Band yang mempertunjukkan aksi yang mendapat aplaus pengunjung. Musisi Medan Jazz Community ikut pula menyumbangkan aksi mereka. Hidup jazz Medan! (sof/mir)


 
Oriental Heritage
Puluhan wanita cantik berbalut cheong sam ber-warna Chinese duduk santai menikmati minuman rumput laut yang disediakan. Even dua hari besutan Magna Furniture ini menggandeng PAC (Professional Artist Cosmetics) Martha Tilaar. Selain melihat demo make up yang dilakukan oleh PAC para tamu juga bisa dengan leluasa melihat pameran furniture Magna. “Acara ini orientalnya memang berasa,” ungkap Widi, salah seorang tamu. Even ini tak saja menyuguhkan demo make up namun juga bajar buah jeruk lokan dan mandarin dengan harga ‘miring’. “Tema acara memang disesuaikan dengan perayaan Imlek January ini dan ada kemungkinan akan melakukan even kedua di February nanti dengan mengambil tema valentine,” jelas Syarifah Faradia dari Magna. Selain acara ini berbalut edukasi kecantikan dan soal furniture, juga ada pemilihan best dress yang dimenangkan oleh Kiki, dengan hadiah sendok stainless steel 12 set berharga 2,5 juta rupiah. (san)


 
HIPMI Gelar Aksi Muda di Kampus UMSU
Even yang digarap para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini, didukung Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Medan. Ratusan mahasiswa, tetap kekeh walau panas matahari menyengat kala itu. Even bertema HIPMI Expo 2009 Go To Campus ini diadakan 2 hari berturut-turut dengan rangkaian acara seru. Semua stand penuh hasil karya mahasiswa yang pingin jadi pengusaha muda dibidang yang diminati. Selain talk show, acara juga menyuguhkan hiburan musik kampus. Edukasi yang dikomben dengan hiburan ini membuat talk show di dalam gedung aula kampus tidak membosankan. Nggak kalah serunya, acara juga mendatangkan bintang tamu The Battle Begins, grup band Medan yang pernah menjadi band pembuka konser Netral di Medan beberapa waktu lalu.“Kegiatan ini memang kita tunggu-tunggu. Nantinya akan menjadi peluang besar bagi pengusaha muda yang ingin melebarkan sayap usahanya. Apalagi UKM-UKM ini digarap sendiri oleh mahasiswa yang masih kuliah,” tutur Ipai—panitia acara tersebut. (lol)


 
Acoustic Punch ‘Ganti Kulit’ BETI3A”
Band besutan Teddy Panelewen dan Nico Ajie Bandy yang lahir tahun 2000 ini telah berganti nama menjadi Beti3a, 2008 lalu. Sementara Lianie yang ikut mendirikan Beti3a mulai join pada tahun 2001. Sejak tahun 2000 hingga 2003 selain tampil secara regular di Sabtu malam dalam acara The Plaza, yang disiarkan secara live oleh Metro TV. Band yang masing-masing personilnya memiliki pengalaman bermusik berbeda ini juga tampil di acara pesta pernikahan dan dibeberapa acara hotel berbintang 5 di Jakarta. “Walau kami memiliki latar belakang bermusik berbeda namun itu bukan lah menjadi suatu penghalang. Dan dasar ini pula lah saya, Nico, dan Lianie membentuk Beti3a,” jelas Teddy kepada pers. Di tahun 2004 Beti3a yang dulunya masih bernama Acoustic Punch menelurkan album indie bertajuk Debut, berisikan 9 lagu. Kemudian dipenghujung tahun 2008 memproduksi kembali album terbaru indie juga, tapi mini album, berisikan 3 buah lagu. Di akhir January 2009 album ini bakal dirilis. “Semoga dengan hadirnya album kedua kami ini, bisa memberi pilihan kepada pencinta musik di Indonesia dan mendapat tempat di hati pendengar nanti,” tutup Nico. (san/rel)


 
Kupas Tuntas Blogging
Puluhan anak muda Medan dan Sumut yang senang blog, memadati kedai Chocolate dibilangan Dokter Mansur, Medan. Even ini dibesut Blogger Sumut dan Telkomsel. “Kami berencana membuat workshop ini pada tiga level. Pertama belajar bagaimana membuat blog, kedua optimisasi blog, dan terakhir bagaimana mencari uang dari blog,” papar Said, Ketua Blogger Sumut. Egi Nataatmaja, Preferred Custumer Mgt, Telkomsel Medan, menambahkan bahwa Telkomsel dan Blogger Sumut juga ingin memberikan apresiasi kepada masyarakat lewat edukasi serta menghidupkan komunitas sehingga menjadi wadah online nyata. Selain workshop, even juga ingin mengenalkan komunitas Blogger Sumut yang telah terbentuk sejak 8 Juni 2008 lalu, yang kini beranggotakan 220 orang. Peserta workshop gratis ini terdiri dari aktifis pengajar, pelajar, mahasiswa, pekerja, serta dari Gan Asik dan Simpati Zone. “Anggota tidak saja datang dari wilayah Sumut namun juga ada orang Medan yang tinggal di luar negeri,” papar Said. (san)


 
Anak Medan Mendadak Jadi Artis
Bukan ratusan orang tetapi hampir ribuan melihat serunya ajang hiburan yang di gawangi Benny Simanjuntak dkk ini. Ada 925 kontestan yang ikut dalam event bertajuk Mendadak Artis ini. Hari pertama babak penyisihan 30 orang peserta berhasil memasuki zona penyisihan lewat tes kemampuan bernyanyi, menari, dan pastinya berakting. Acara yang diminati anak Medan ini besutan Contoh Managemen Artis dan TPI. Berjurikan Lian Firman (artis sinetron), Sribudi Santoso (GM Program TPI), dan Prio Oktaviano (Designer). Para juri pun serius memilih dan mengumumkan 2 orang pemenang yang mewakili Medan ke Jakarta, yakni Teguh Satria dan Jeremia L. Tobing. “Selamat kepada pemenang, biarpun aku nggak ikut dalam ajang ini, tapi aku juga pernah merasakan deg-degan saat juri menilai kreatifitas seseorang,” beber Putri Chaniago, mahasiswa fakultas Public Relation, yang sempat terjun ke dunia model, dan salah satu karyawan penerbangan swasta di Medan yang melihat acara tersebut. (lol/ist)


 
RingRoad Futsal Competition
Lagi-lagi SiBOZZ Production menggelar event olahraga futsal di stadion indoor. Bersama LA Light selaku sponsor tunggal, tercatat 36 tim berhasrat unjuk gigi. Mulai babak penyisihan sampai perempat final, peserta dan penonton sama hebohnya. Band performance Medan, Wacacaw Band dan After Sunset juga turut memeriahkan suasana. Pertandingan semakin sengit. Kiper sampai kelimpungan menangkis tendangan maut lawan. Fit yang bertanding melawan Dragon Ball harus puas dengan skornya. Kedua tim sama-sama menjadi juara di urutan ke-3. Di babak final, Kurnia FC berhadapan dengan The Game, menjaga pertahanan dengan ekstra ketat. Akhirnya tendangan jitu pemain The Game membobolkan gawang Kurnia FC. Peluit wasit berbunyi, menandakan pertandingan usai, dengan skor akhir 1-0. The Game menjadi the winner, disusul Kurnia FC. “Ini memang untuk anak muda yang berbakat mengembangkan futsal. Selamat kepada pemenang,” tukas Nata, Pimpinan SiBOZZ Production sekaligus Ketua Panitia Ringroad Futsal Competition ini. (lol/ist)


 
Fun Game IKA-FEKSU
Ratusan alumni maupun keluarga Ekonomi USU kompak menjadikannya arena rekreasi. Visual Mandiri Production (VMP) yang menjadi EO menjadikannya ajang seru-seruan. Kru VMP memberikan arahan untuk games yang akan dimainkan, dengan terlebih dulu membagi peserta menjadi sepuluh orang per tim. Game pertama dimulai dengan puzzle yang berkaitan dengan Fakultas USU. Game ini melestarikan memori para alumni, yang pernah hapal mati. Potongan puzzle pun menjadi objek rebutan massal. Setelah selesai, banyak potongan yang tidak pas, namun ada yang sempurna. Game selanjutnya, siapa yang tercepat memakai sepatu, menggambar dengan menutup mata, sampai pecah balon dengan 3 versi. “Acara dikemas untuk senang-senang saja, dengan permainan yang bernilai positif,” tegas Ramadan, Pimpinan VMP. Semua peserta diharuskan berlari kecil, demi tampil sebagai pemenang. Selepas fun games, para peserta juga menguji adrenalin lewat flying fox di outbound camp. (lol/ist)


 
PFI VS Wartawan TV Adu Nyali
Bila dalam kesehariannya para pejantan tangguh ini ahli dalam urusan mencari berita dan soal fotografi, kali ini mereka tampil dalam suasana dan lokasi berbeda. Yaitu adu nyali di lapangan futsal. Acara ini tergagas atas ide kedua belah pihak yang notabene adalah rekanan selama di lapangan sesungguhnya. ”Untuk menjalin persaudaraan antar jurnalis juga,” papar Ferdy Siregar, dari tim PFI. Selama pertandingan berlangsung, masing-masing pemain berusaha keras menciptakan gol. Perlawanan pun terjadi dari masing-masing kubu. Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan terlebih dulu mencetak gol melalui tendangan lincah salah satu pemainnya. Tak kuasa melihat pertahanan gol mereka dijebol oleh lawan, perkumpulan wartawan TV di Kota Medan ini pun bersemangat untuk ’balas dendam’. Gol... akhirnya wartawan televisi pun berhasil meng-gol-kan gawang PFI yang terus mencoba untuk bertahan. Namun di akhir pertandingan, PFI Medan berhasil mengungguli permainan para wartawan TV Medan, dengan skor 9-3. (ina/ist)


Page 1 From 14
<< Next >>